Meriahkan Uman Jenei, Desa Sungai Barang Gelar Lomba Menyumpit

1772314967553.jpeg

Oleh: Martina Buaq

Menyumpit merupakan salah satu kebudayaan suku Dayak Kenyah yang masih terus dilestarikan hingga sekarang. Sumpit adalah senjata tradisional yang pada zaman dahulu digunakan untuk berburu di hutan. Namun saat ini, sumpit lebih sering digunakan dalam perlombaan atau kegiatan adat sebagai bentuk pelestarian budaya.

Sumpit biasanya terbuat dari kayu pilihan yang diambil dari alam. Kayu tersebut dibentuk dan diukir dengan rapi agar nyaman digunakan dan terlihat indah. Selain membutuhkan ketelitian, menyumpit juga memerlukan konsentrasi dan teknik yang baik agar dapat mengenai sasaran dengan tepat.

Perlombaan menyumpit biasanya diadakan setiap ada acara adat besar di desa. Desa yang menjadi tuan rumah akan mengundang desa-desa lain untuk ikut bertanding maupun menyaksikan perlombaan. Hal ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Dalam rangka memeriahkan pelaksanaan tradisi adat Uman Jenei, Pemerintah Desa Sungai Barang mengadakan lomba menyumpit pada tanggal 10 Februari 2026 yang diikuti oleh warga setempat dan desa-desa lain di Kecamatan Kayan Selatan, seperti Desa Long Ampung, Metulang, Lidung Payau, dan Long Uro. Kegiatan ini menjadi salah satu acara yang paling dinantikan dalam rangkaian perayaan adat Uman Jenei.

Perlombaan menyumpit di Desa Sungai Barang dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu anak-anak, dewasa perempuan, dan dewasa laki-laki. Setiap kategori memiliki jarak sasaran yang berbeda. Untuk kategori anak-anak, jarak sasaran ditentukan sejauh 10 meter. Kategori dewasa perempuan dengan jarak 15 meter, sedangkan kategori dewasa laki-laki memiliki jarak paling jauh, yaitu 20 meter. Pada perlombaan ini, peserta juga menggunakan dua posisi saat menyumpit, yaitu posisi berdiri dan posisi jongkok.

Kegiatan lomba menyumpit tahun ini juga mendapat dukungan dari pihak Kecamatan Kayan Selatan. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya daerah menjadi perhatian bersama, baik di tingkat desa maupun kecamatan.

Kepala Desa Sungai Barang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda. Dengan adanya lomba menyumpit, diharapkan anak-anak dan remaja semakin bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.

Bagikan post ini: