Uman Jenei Desa Sungai Barang
Oleh: Martina Buaq
Warga Desa Sungai Barang kembali
melaksanakan tradisi adat Uman Jenei pada Hari Selasa, 10 Februari 2025. Tradisi
ini merupakan warisan turun temurun yang rutin dilakukan setiap tahun sebelum musim
panen tiba.
Secara bahasa, Uman Jenei
berasal dari kata uman yang dalam Bahasa Kenyah berarti “makan”,
sedangkan jenei adalah makanan khas yang terbuat dari beras ketan. Jenei
dimasak dengan cara dimasukkan ke dalam bambu lalu dipanggang hingga matang.
Makanan inilah yang menjadi simbol utama dalam acara adat tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai
bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama agar hasil panen yang akan datang
berjalan lancar dan membawa berkah bagi masyarakat. Acara dipimpin oleh para
tetua desa yang juga memberikan nasihat kepada warga agar tetap menjaga dan
melestarikan adat istiadat leluhur.
Tahun ini, pelaksanaan Uman Jenei
terasa lebih istimewa karena Desa Sungai Barang mengundang masyarakat dari Desa
Agung Baru, Kecamatan Sungai Boh. Masyarakat Desa Agung Baru merupakan suku
Lepo Tukung yang dahulu berpindah dari Desa Sungai Barang.
Selain masyarakat Desa Agung Baru,
seluruh kepala desa dan perwakilan adat di Kecamatan Kayan Selatan juga turut
diundang untuk mengikuti kegiatan Uman Jenei di Desa Sungai Barang. Kehadiran
para tamu undangan tersebut membuat acara semakin meriah dan penuh kebersamaan.
Warga terlihat berkumpul dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Mereka menikmati jenei bersama serta mengikuti rangkaian kegiatan adat. Masyarakat berharap tradisi yang sudah diwariskan sejak lama tetap terjaga dan terus dilestarikan oleh generasi muda.